Kenangan
Wiki Article
Setiap sore dalam teras rumah nenek, aku merasakan kenangan yang harum. Suara terdengar air di dekat rumah, suara teriak anak-anak bermain, dan aroma kue dari dapur nenek selalu menyenangkan. Aku sering melupakan dengan sepupu-sepupuku di sana, mengadakan cerita-cerita lama dari nenek, dan menyusuri masa kecil yang indah.
- Nenek Saya adalah sosok yang ceria.
- Ia selalu memberikan nilai-nilai luhur dan kebijaksanaan.
- Ingatan di teras rumah nenek adalah peninggalan yang akan aku pegang selamanya.
Manja Bersama Nenek di Teras Rumah
Sore hari yang cerah ini, aku bersama nenek di teras rumah. Kami sedang merasakan udara sejuk dan sinar matahari yang hangat. Aku membawa air untuk nenek sambil bercerita tentang hari ini di sekolah. Nenek tersenyum mendengar ceritaku dan memberikan aku beberapa cerita lama tentang masa kecilnya. Kami menghabiskan waktu dengan penuh kehangatan. Aku merasa sangat gembira bisa mengikuti nenek di teras rumah.
Secangkir Teh Hangat di teras Nenek
Udara dingin malam menghiasi teras nenek. Suara tahi lalat terdengar pelan, merdu seperti musik. Aroma rum yang harum memenuhi udara. Nenek duduk di teras dengan tenang, sembari menatap bintang-bintang yang berkelap-kelip.
Saya memasuki sampingnya dan mengambil segelas kopi hangat dari tumbler. Rasa manis kopi terasa begitu nikmat di tengah malam yang sepi.
Cerita menakjubkan di Taman Teras Nenek
Nenekku punya taman teras yang luas. Setiap hari aku suka main di sana. Suatu hari/Kemarin/Esok, aku lihat ada seekor anjing yang bermain. Dia makanmangga Teras Rumah Nenek Enak dengan bahagia. Aku tersenyum melihatnya. Nenekku datang dan berkata, "Wah! Kucing itu lucu sekali!/Lihatlah si kucing yang ceria!/Kucing itu sedang berpesta!".
Aku pun/juga/sekali tertawa bersama nenekku. Taman teras nenekku memang tempat yang menyenangkan.
Halaman Nenek : Surga Kecilku
Rasanya sungguh nyaman duduk di halaman rumah nenek. Udara di sana selalu terasa ringan. Dulu aku masih kecil, aku sering menghabiskan waktu di terasa. Aku suka membantu nenek.
- Saat ini, saat aku sudah besar, aku tetap merasa senang datang ke teras rumah nenek.
- Sering, aku duduk di sana dan mengamati untuk hari esok.
Semua halaman di teras rumah nenek selalu mendengar suara nyanyi burung. Suara itu seperti menenangkan hati.
Tawa Ceria di Lantai Tua
Di teras rumah tua yang dihiasi, terpancar wajah cerah. Sinar matahari memanaskan kaca rumah, membangkitkan warna yang penuh gembira. Di sana, seorang adik duduk sambil bernyanyi, bersama pada lembaran tua. Ayunan di teras bergoyang pelan, seperti ikut menari dalam kesejahteraan.
Report this wiki page